loading...
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk melaporkan kinerja perusahaan. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk mencatat penurunan volume penjualan dan pendapatan sepanjang 2025, namun berhasil membukukan kenaikan laba bersih. Kinerja ini ditopang oleh efisiensi operasional serta kontribusi ekspor yang meningkat signifikan.
"Total volume penjualan semen dan klinker mencapai 19.941 ton pada 2025, angka ini turun 2,7% dibandingkan 2024. Penurunan terutama disebabkan oleh melemahnya penjualan domestik sebesar 3,9%, meskipun ekspor melonjak hingga 73,9%," kata Direktur Utama Indocement, Christian Kartawijaya di Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Sepanjang 2025, pendapatan neto perusahaan tercatat sebesar Rp17,73 triliun atau turun 4,4% dibandingkan Rp18,55 triliun pada tahun sebelumnya. Kontribusi terbesar berasal dari penjualan semen sebesar Rp16,83 triliun, disusul beton siap pakai Rp1,52 triliun dan tambang agregat Rp252,28 miliar.
Di tengah tekanan pendapatan, perseroan mampu menjaga profitabilitas melalui pengendalian biaya. Beban pokok pendapatan turun 4,2% menjadi Rp11,96 triliun, sehingga menghasilkan laba kotor Rp5,77 triliun dengan margin 32,5%.
Efisiensi juga tercermin dari beban usaha yang ditekan 1,1% menjadi Rp3,68 triliun. Selain itu, perusahaan mencatatkan keuntungan Rp670 miliar dari divestasi terkait pembentukan usaha patungan dengan PT Cipta Mortar Utama.


















































