Pentagon Mungkin akan Kurangi Kehadiran Militer AS di Timur Tengah usai Perang Iran

5 hours ago 13

loading...

AS mengerahkan pasukan di Timur Tengah. Foto/anadolu

WASHINGTON - Pentagon sedang mengevaluasi kembali jejak militernya di Timur Tengah, yang mengisyaratkan perang dengan Iran berpotensi mengubah bentuk kehadiran Amerika Serikat di kawasan tersebut. Demikian dilaporkan The Washington Post pada hari Selasa (18/8/2026), mengutip sumber-sumber yang mengetahui masalah ini.

Menurut laporan tersebut, Pentagon sedang mempertimbangkan apakah akan mengurangi jumlah pasukan di kawasan Teluk, tempat pangkalan-pangkalan utama AS telah menjadi sasaran serangan Iran selama berbulan-bulan.

Kerusakan akibat serangan tersebut menciptakan peluang langka untuk meninjau kembali postur militer AS di kawasan itu.

Para pejabat mengindikasikan beberapa pangkalan mungkin tidak akan dibangun kembali dalam bentuk semula.

Evaluasi ini dipimpin kantor kebijakan Pentagon, sementara Staf Gabungan (Joint Staff) dan Komando Pusat AS (US Central Command) juga turut mengkaji masalah tersebut, menurut laporan itu.

Seorang pejabat senior Pentagon mengatakan Menteri Pertahanan Pete Hegseth belum memerintahkan evaluasi resmi, melainkan menyebut upaya tersebut sebagai "perencanaan yang cermat" yang dapat membantu memandu keputusan mengenai pembangunan kembali pangkalan-pangkalan yang rusak.

"Keputusan harus diambil terkait beberapa hal ini," ujar pejabat tersebut.

Read Entire Article
Prestasi | | | |