Perang AS-Iran Bikin Susah Banyak Negara, 100.000 Pekerja di Inggris Terancam PHK

3 hours ago 8

loading...

Lebih dari 100.000 warga Inggris berisiko kehilangan pekerjaan akibat gejolak pasar pasca serangan Amerika Serikat atau AS-Israel ke Iran. Foto/Dok

JAKARTA - Lebih dari 100.000 warga Inggris berisiko kehilangan pekerjaan akibat gejolak pasar pasca serangan Amerika Serikat atau AS-Israel ke Iran , seperti dirilis The Telegraph. Harga minyak dunia terpantau melonjak hingga lebih dari USD100 per barel di tengah gangguan pasokan akibat konflik, melesat naik dari sekitar USD70/barel pada bulan lalu.

James Smith, dari bank investasi ING, memperingatkan bahwa jika konflik AS-Israel versus Iran berlanjut, para pengusaha akan mengimbangi biaya energi yang lebih tinggi dengan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK karyawan atau menangguhkan perekrutan.

Baca Juga: Dolar AS Kembali Jadi Primadona, Emas Mulai Ditinggalkan Investor Global

"Tergantung berapa lama harga energi tetap tinggi. Jika kita berada dalam skenario di mana gangguan berlangsung sekitar tiga bulan. Tingkat pengangguran bisa menyentuh di atas 5,5%," tambahnya.

Saat ini ada 5,2% populasi Inggris yang menganggur, angka tersebut tertinggi sejak pandemi Covid, menurut data pemerintah. Angka tersebut berpotensi terus melebar seiring ancaman PHK, akibat dari lonjakan harga energi yang bisa memaksa perusahaan untuk memecat pekerja.

Read Entire Article
Prestasi | | | |