loading...
Pertamina NRE mencatat 6.293.683 jam kerja selamat dengan indikator keselamatan operasional yang terjaga hingga saat ini. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) mencatat 6.293.683 jam kerja selamat dengan indikator keselamatan operasional yang terjaga hingga saat ini. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat pengendalian risiko dan mencegah kecelakaan kerja besar (major accident) di seluruh kegiatan operasional.
"Pencegahan major accident dimulai dari kepemimpinan yang konsisten dalam menempatkan keselamatan sebagai bagian dari setiap keputusan dan aktivitas operasional. Selain sistem dan prosedur yang baik, setiap pekerja harus memiliki kompetensi, kepedulian, serta keberanian untuk mengidentifikasi dan mengendalikan risiko," ujar Direktur Utama Pertamina NRE John Anis dalam keterangan pers, Rabu (2/9/2026).
Baca Juga: Pertamina NRE Gandeng China Garap Proyek Energi Bersih
Dari total jam kerja selamat tersebut, sebanyak 1.794.240 jam berasal dari pekerja Pertamina NRE dan 4.499.443 jam dari mitra kerja. Perusahaan juga mencatat Total Recordable Incident Rate (TRIR) sebesar 0,00 serta zero fatal accident.
Untuk memperkuat budaya keselamatan, Pertamina NRE menggelar Grand HSSE Meeting SH PNRE 2026 bertema "Leading with Commitment, Preventing Major Accidents" di PT Jawa Satu Power (JSP), Cilamaya, Karawang, pada Kamis (27/8). Forum tersebut menjadi wadah penguatan kepemimpinan keselamatan, pengendalian risiko, dan disiplin operasional guna mendukung kegiatan usaha yang aman, andal, dan berkelanjutan.
Pertamina NRE juga menerapkan tiga Golden Rules Pertamina, yakni Patuh, Intervensi, dan Peduli. Prinsip tersebut mendorong pekerja untuk mematuhi prosedur, berani menghentikan kondisi yang tidak aman, serta meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan rekan kerja dan lingkungan.

















































