Transaksi Derivatif Kripto RI Capai Rp3,41 Triliun, Futures Kian Dilirik

3 hours ago 9

loading...

Bittime melihat perkembangan perdagangan futures di pasar global sebagai peluang bagi pertumbuhan perdagangan derivatif aset kripto di Indonesia. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Bittime melihat perkembangan perdagangan futures di pasar global sebagai peluang bagi pertumbuhan perdagangan derivatif aset kripto di Indonesia. Potensi tersebut sejalan dengan meningkatnya aktivitas derivatif global dan perkembangan transaksi aset keuangan digital di dalam negeri.

“Futures memberikan fleksibilitas bagi trader untuk mengambil posisi long maupun short. Namun, peluang tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap mekanisme produk dan manajemen risiko,” ujar Direktur Operasional Bittime Ryan Lymn seperti dikutip pada Rabu (2/9/2026).

Baca Juga: Perkuat Ekosistem Kripto, Regulasi dan Inovasi Didorong Berjalan Seimbang

Berdasarkan data pasar global yang diamati Bittime pada 1 September 2026 pagi, sebanyak 69,74% investor mengambil posisi long pada kontrak ETHUSDT perpetual, sedangkan 30,26% berada pada posisi short dengan rasio long/short sebesar 2,30. Sementara pada kontrak BTCUSDT perpetual, posisi trader relatif berimbang dengan 50% akun mengambil posisi long dan 50% short atau rasio 1,00.

Menurut Ryan, kondisi tersebut menunjukkan kecenderungan optimistis trader terhadap Ethereum pada saat pengamatan, sedangkan posisi terhadap Bitcoin cenderung menunggu arah pasar. Namun, data long/short hanya menggambarkan posisi pada waktu tertentu sehingga dapat berubah cepat mengikuti dinamika pasar dan tidak dapat dijadikan kepastian arah harga aset.

Ia mengatakan perdagangan futures membutuhkan pemahaman yang lebih mendalam dibandingkan perdagangan spot, terutama terkait margin, leverage, volatilitas, dan risiko likuidasi. Karena itu, pengguna perlu mengedepankan strategi dan pengelolaan risiko serta tidak sekadar mengikuti pergerakan harga atau fenomena fear of missing out (FOMO).

Read Entire Article
Prestasi | | | |