loading...
Warga melintasi mural di Teheran, Iran. Foto/anadolu
TEHERAN - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kebijakan luar negeri Iran di bawah pemerintahan Presiden Masoud Pezeshkian memprioritaskan negara-negara tetangga. Ia memaparkan upaya untuk meredakan ketegangan regional dan memperluas hubungan dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran.
"Di bawah pemerintahan Dr. Pezeshkian, prioritas lebih besar diberikan kepada negara-negara tetangga," ujar Araghchi.
Pendekatan ini menuntut "penghapusan segala ketegangan dalam hubungan dengan setiap negara tetangga" serta penerapan kebijakan "diplomasi kawasan" di samping keterlibatan yang lebih luas dengan negara-negara tetangga, tambahnya.
Ia mengapresiasi bantuan negara-negara tetangga selama masa pergolakan baru-baru ini, seraya menyebutkan beberapa negara telah memasok barang dan obat-obatan, memfasilitasi kepulangan warga Iran yang sempat tertahan melalui wilayah mereka, serta mengizinkan pesawat Iran melintasi wilayah udara mereka.
Araghchi mengatakan Iran sempat menolak seruan gencatan senjata pada tahap awal perang, seraya menegaskan, "Kami tidak menginginkan gencatan senjata; kami menginginkan berakhirnya perang."


















































