loading...
PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) berhasil menuntaskan fase krusial berupa total shutdown dan tie-in pada Proyek Pengembangan Lapangan OO-OX. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) berhasil menuntaskan fase krusial berupa total shutdown dan tie-in pada Proyek Pengembangan Lapangan OO-OX sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan energi nasional. Keberhasilan tahapan ini menjadi kunci untuk merealisasikan target tambahan produksi minyak sebesar 3.000 barel per hari (BOPD) serta gas bumi mencapai 22 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
“Pada periode golden moment, saat aliran hidrokarbon dihentikan sementara, kami melakukan pengelasan di tujuh titik secara simultan dengan tetap mengedepankan keselamatan. Integrasi aset eksisting dan sistem baru menjadi kunci agar operasional ke depan lebih efisien dan andal,” ujar Project Lead OO-OX, Asep Gunawan, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (30/3/2026).
Baca Juga: Putin Peringatkan Produksi Minyak Teluk bisa Berhenti Total dalam Sebulan
Proses penyambungan jaringan pipa (tie-in) dari Sumur OOA ke Fasilitas Pemrosesan Darat (OPF) Balongan tersebut dilaksanakan melalui total shutdown terencana selama 120 jam pada Februari lalu. Pekerjaan ini mencakup peningkatan sistem, instalasi elektrikal, serta instrumen yang dilakukan secara simultan di tengah tantangan cuaca ekstrem musim monsun di perairan Utara Jawa.


















































