loading...
Presiden Prabowo saat memberikan sambutan dalam penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur. Foto/Dok
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan efisiensi terhadap BUMN yang dinilai tidak menguntungkan dan tidak memiliki kinerja yang baik. Pembubaran BUMN ini ditujukan untuk menghemat anggaran negara dan mengalihkannya sebesar-besarnya bagi kepentingan rakyat.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026). Baca Juga: 874 BUMN Bakal Ditutup hingga Akhir 2026, Danantara Sisakan Segini
Prabowo mengatakan, bahwa dalam kurang dari dua tahun pemerintahan yang dipimpinnya, pemerintah telah menutup 290 BUMN yang dinilai tidak menguntungkan, tidak memiliki kinerja yang baik, dan terus mengalami kerugian.
“Dalam kurang dari dua tahun, pemerintah yang saya pimpin telah menutup 290 BUMN yang tidak menguntungkan, yang tidak punya kinerja baik, yang rugi, kita tutup,” kata Prabowo.


















































