loading...
Prancis menolak bergabung di Dewan Perdamaian Gaza yang dibentuk Presiden AS Donald Trump. Foto/via Anadolu
PARIS - Prancis menolak untuk bergabung di "Dewan Perdamaian" yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengawasi pemerintahan dan rekonstruksi pasca-perang di Gaza.
AS mengirimkan undangan kepada puluhan pemimpin dunia, dilaporkan menawarkan keanggotaan tiga tahun dan opsi untuk membayar USD1 miliar (Rp16,9 triliun) untuk kursi tetap. Badan tersebut akan bekerja bersama pemerintahan teknokrat Palestina selama periode transisi.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengatakan: "Paris harus mengatakan tidak karena, saat ini, piagam Dewan Perdamaian meluas melampaui Gaza dan oleh karena itu melampaui ruang lingkup rencana perdamaian yang disetujui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa."
Baca Juga: Trump Jual Kursi Dewan Perdamaian Gaza Seharga Rp16,9 Triliun
“Sebagaimana tertulis saat ini, piagam tersebut tidak sesuai dengan komitmen internasional Prancis,” kata Barrot pada hari Senin, sebagaimana dikutip dari RFI, Selasa (20/1/2026).
Gedung Putih mengatakan dewan tersebut akan memainkan peran penting dalam mengimplementasikan rencana 20 poin yang disetujui oleh Dewan Keamanan PBB pada bulan November. Badan eksekutif dewan tersebut akan mencakup Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan Trump untuk Timur Tengah Steve Witkoff, dan menantu sekaligus negosiator presiden, Jared Kushner.
















































