Presiden Belarusia Dukung Gagasan Rusia Satukan Semua Negara yang Dikenai Sanksi

4 hours ago 7

loading...

Presiden Belarusia Alexander Lukashenko. Foto/anadolu

MINSK - Presiden Belarusia Alexander Lukashenko pada hari Selasa menyatakan dukungannya terhadap gagasan Rusia untuk menyatukan semua negara yang menghadapi sanksi. Kabar itu diungkap kantor berita negara Belta.

Lukashenko menjelaskan dalam rapat pemerintah bahwa Kementerian Luar Negeri Rusia mendekatinya sebagai Ketua Dewan Negara Tertinggi untuk mempertimbangkan masalah ini dan "bagaimanapun caranya menyatukan semua negara yang dikenai sanksi."

"Kami juga telah meyakinkan China. Mereka tidak perlu dibujuk; mereka mengerti bahwa mereka akan menjadi yang berikutnya," tambahnya.

Lukashenko menyatakan saat ini ada 50 negara yang dikenai sanksi langsung, yang secara tidak langsung memengaruhi "ratusan negara".

"Jika kita bersatu dan mencapai kesepakatan, mereka yang memberlakukan sanksi terhadap kita akan takut," tegas pemimpin Belarusia itu.

Amerika Serikat menggunakan sanksi ekonomi dan finansial sebagai instrumen utama kebijakan luar negerinya. Sanksi biasanya dijatuhkan dengan berbagai dalih antara lain karena isu keamanan global, program nuklir, pelanggaran HAM, agresi militer, atau krisis demokrasi.

Negara yang mendapat sanksi berat antara lain Rusia akibat invasi ke Ukraina, Iran dan Korea Utara terkait pengembangan senjata nuklir, serta Kuba yang telah lama berada di bawah embargo sejak era Perang Dingin.

Read Entire Article
Prestasi | | | |