loading...
Industri kelapa sawit dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Industri kelapa sawit dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi melalui pengembangan industri hilir. Sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memperluas pemanfaatan sawit di sektor pangan.
"Minyak sawit kita mampu memenuhi kebutuhan Indonesia secara 100%, bahkan surplus dan bisa memenuhi kebutuhan minyak nabati global," ujar Kepala Pusat South East Asia Food and Agriculture Science & Technology (SEAFAST) Center IPB University Puspo Edi Giriwono seperti dikutip pada Minggu (19/7/2026).
Baca Juga: Sokong Mandatori B50 Diproyeksi Butuh Anggaran Rp32,3 T, BPDP Beri Garansi Kesiapan Dana
Puspo mengatakan produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) Indonesia mencapai sekitar 53 juta ton per tahun. Kapasitas tersebut tidak hanya mampu memenuhi seluruh kebutuhan minyak nabati domestik, tetapi juga menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemasok utama minyak nabati dunia.
Menurut dia, peran industri kelapa sawit akan semakin penting seiring meningkatnya populasi dunia yang diperkirakan mencapai 10 hingga 11 miliar jiwa pada 2050. Dengan kebutuhan minyak nabati global yang diproyeksikan mencapai sekitar 250 juta ton per tahun dan keterbatasan lahan, peningkatan produktivitas perkebunan sawit dinilai menjadi solusi untuk memenuhi permintaan tanpa mendorong deforestasi.


















































