Produksi Padi Biosalin di Batang Jateng Tembus 166,5 Ton

5 hours ago 9

loading...

Panen Raya Padi Biosalin di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, belum lama ini melalui program CSR Pengembangan dan Budidaya Varietas Padi Biosalin dan Minapadi Salin pada Kawasan Salinitas Tinggi. Foto: Ist

BATANG - Kolaborasi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Pemerintah Kabupaten Batang berhasil menghasilkan sekitar 166,5 ton gabah kering panen (GKP) dari budidaya Padi Biosalin dengan nilai ekonomi mencapai Rp1,3 miliar.

Hasil tersebut dipanen dalam Panen Raya Padi Biosalin di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, belum lama ini melalui program CSR Pengembangan dan Budidaya Varietas Padi Biosalin dan Minapadi Salin pada Kawasan Salinitas Tinggi.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, perubahan iklim, abrasi, dan rob menjadi tantangan bagi keberlanjutan lahan pertanian pesisir.

Baca juga: PGN Bersama BRIN dan Pemkot Semarang Garap 20 Hektare Lahan Padi Biosalin

Menurut dia, diperlukan langkah adaptasi dan mitigasi yang terintegrasi, termasuk melalui inovasi pertanian yang mampu beradaptasi dengan kondisi lahan salin. Pengembangan Padi Biosalin dan mina salin di Batang menunjukkan lahan dengan tingkat salinitas tinggi tetap dapat dimanfaatkan secara produktif melalui penerapan inovasi dan teknologi.

Bupati Batang M Faiz Kurniawan mengatakan, tantangan perubahan iklim dan kondisi lingkungan pesisir membutuhkan kolaborasi lintas sektor. "Kerja sama pemerintah, dunia usaha, lembaga riset, dan masyarakat dapat menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan wilayah sekaligus memberikan manfaat ekonomi, lingkungan, dan masyarakat khususnya petani," ujarnya.

Read Entire Article
Prestasi | | | |