Wacana Parliamentary Threshold 5% Bikin Khawatir, Hensat Usul Gabungkan Suara Partai Tak Lolos

4 hours ago 8

loading...

Pengamat politik Hendri Satrio menilai pembahasan parliamentary threshold tidak seharusnya berhenti pada persoalan berapa persen angka yang akan ditetapkan. Foto/Dok.SindoNews

JAKARTA - Pengamat politik Hendri Satrio menilai pembahasan besaran ambang batas parlemen atau parliamentary threshold tidak seharusnya berhenti pada persoalan berapa persen angka yang akan ditetapkan. DPR juga perlu memikirkan mekanisme agar suara masyarakat yang telah diberikan dalam pemilu tidak kehilangan nilai representasinya hanya karena partai yang dipilih tidak mencapai ambang batas parlemen.

“Berapapun threshold-nya, sebaiknya DPR juga punya solusi supaya suara rakyat itu tidak terbuang,” kata Hendri Satrio yang akrab disapa Hensat di Jakarta, Minggu (20/9/2026).

Baca juga: Gerakan Rakyat Tolak Ambang Batas Parlemen 5 Persen: Suara Rakyat Jangan Diamputasi

Dia menjelaskan, hal utama yang perlu menjadi perhatian dalam pembahasan parliamentary threshold bukan semata-mata nasib partai politik. Menurut dia, yang lebih penting adalah memastikan suara masyarakat tetap mempunyai ruang representasi di parlemen.

Pendiri Lembaga Survei KedaiKopi ini mengingatkan, masyarakat telah datang ke tempat pemungutan suara dan memberikan dukungan kepada calon anggota legislatif yang mereka percaya.

Oleh karena itu, perlu dipikirkan mekanisme agar suara tersebut tidak sepenuhnya kehilangan nilai ketika partai dari calon yang dipilih gagal melewati ambang batas.

Read Entire Article
Prestasi | | | |