loading...
Sebuah kapal tanker bersandar di terminal minyak di Pelabuhan Zhoushan, Provinsi Zhejiang, China. FOTO/China Daily
JAKARTA - Rusia dan Iran terlibat perang harga untuk merebut pasar minyak mentah China dengan menawarkan diskon besar dalam beberapa tahun terakhir. Persaingan ini mengemuka setelah India memangkas impor minyak Rusia sehingga mengubah peta perdagangan energi global.
"Ini menunjukkan ketergantungan yang semakin besar pada China sebagai pasar utama minyak Urals Rusia," kata Analis Vortexa Anna Zhminko.
Baca Juga: Ditekan AS, China Borong Minyak Rusia India Berpaling ke Saudi
Mengutip laporan Bloomberg, harga minyak Urals Rusia kini diperdagangkan sekitar USD12 per barel di bawah patokan ICE Brent, melebar dari diskon sekitar USD10 pada Januari. Sementara itu, minyak Iranian Light ditawarkan sekitar USD11 di bawah Brent, dibandingkan diskon USD8–9 dolar pada Desember.
Perubahan arus dagang dipicu oleh penurunan impor India terhadap minyak Rusia. Data Kpler menunjukkan, impor India turun menjadi sekitar 1,1 juta barel per hari (bph) pada Januari, jauh dari level lebih dari 2 juta bph pada pertengahan 2025 dan diproyeksikan turun lagi menjadi sekitar 800.000 bph pada Maret. Sejumlah penyulingan besar India dilaporkan menghentikan pembelian minyak Rusia untuk pengiriman Maret dan April.


















































