loading...
Negara-negara NATO marah setelah Rusia bombardir Ukraina dengan rudal hipersonik Oreshnik berkemampuan nuklir. Foto/Telegram/Layanan Darurat Negara Ukraina
BRUSSELS - Aksi militer Rusia membombardir Ibu Kota Ukraina, Kyiv, dengan rudal hipersonik Oreshnik berkemampuan nuklir telah membuat negara-negara NATO sekutu Kyiv marah. Menurut negara-negara aliansi, Moskow telah melakukan "tindakan agresif nuklir yang sembrono".
Rusia mengakui telah membombardir Kyiv secara besar-besaran dengan rudal hipersonik Oreshnik dan berbagai misil canggih lainnya pada Minggu dini hari. Serangan tersebut menewaskan empat orang dan melukai lebih dari 100 lainnya.
Baca Juga: Rusia Akui Bombardir Ukraina dengan Rudal Hipersonik Oreshnik Berkemampuan Nuklir
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan serangan menargetkan basis militer di Kyiv. Selain misil Oreshnik, senjata lain yang digunakan adalah rudal balistik Iskander, rudal jelajah hipersonik Kinzhal dan Zircon—yang diluncurkan dari udara, laut, dan darat—, serta drone serang.
Rusia beralasan serangan tersebut sebagai pembalasan atas serangan pesawat tak berawak (UAV) Ukraina terhadap asrama perguruan tinggi di Luhansk, yang menewaskan 21 orang dan melukai 42 orang, sebagian besar gadis remaja.
Sekadar diketahui, rudal hipersonik Oreshnik dapat membawa hulu ledak nuklir dan diklaim Moskow sebagai misil yang mustahil dicegat oleh sistem pertahanan apa pun. Ini menjadi yang ketiga kalinya misil canggih Rusia ini digunakan dalam perang di Ukraina.

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489013/original/017536600_1769776656-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_1.40.19_PM.jpeg)
















