RupiahCepat Perkuat Keamanan Data Seiring Tingginya Ancaman Siber

6 hours ago 10

loading...

Direktur PT Kredit Utama Fintech Indonesia (RupiahCepat) Anna Maria Chosani. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - PT Kredit Utama Fintech Indonesia (RupiahCepat) memperkuat budaya keamanan informasi di lingkungan perusahaan sebagai upaya menjaga perlindungan data pribadi pengguna dan meningkatkan kepercayaan terhadap layanan pinjaman daring. Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya ancaman serangan siber yang menyasar sektor jasa keuangan, termasuk industri teknologi finansial (fintech).

"Di era layanan keuangan digital, kepercayaan dibangun dari bagaimana perusahaan melindungi data pribadi pengguna. Ketika masyarakat mempercayakan data mereka kepada kami, menjadi tanggung jawab perusahaan untuk memastikan data tersebut dikelola secara aman, bertanggung jawab, dan sesuai standar yang berlaku. Karena itu, membangun budaya keamanan informasi sama pentingnya dengan membangun teknologi yang andal," kata Direktur PT Kredit Utama Fintech Indonesia (RupiahCepat) Anna Maria Chosani dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026).

Baca Juga: RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan

Berdasarkan data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), terdapat sekitar 609,39 juta serangan siber di Indonesia sepanjang 2024, dengan sektor keuangan menjadi salah satu target utama. Sementara itu, laporan IBM Cost of a Data Breach 2025 mencatat organisasi rata-rata membutuhkan waktu hingga 241 hari untuk mendeteksi dan mengendalikan insiden kebocoran data.

Merespons kondisi tersebut, RupiahCepat menggelar Awareness Training ISO/IEC 27001:2022 pada 4 Agustus 2026 dan Training Keamanan Data dan Awareness ISO/IEC 27701:2025 pada 6 Agustus 2026. Program tersebut bertujuan memastikan seluruh karyawan memahami tanggung jawab dalam melindungi data pribadi, mengenali potensi risiko keamanan informasi, serta menerapkan prosedur perlindungan data sesuai standar internasional dan regulasi yang berlaku.

Read Entire Article
Prestasi | | | |