loading...
Babak baru pasar energi dunia kian panas, setelah pemerintah Rusia secara tegas menyatakan tidak akan menjual minyak kepada negara-negara yang mendukung skema pembatasan harga (price cap). Foto/Dok
JAKARTA - Babak baru pasar energi dunia kian panas, setelah pemerintah Rusia secara tegas menyatakan tidak akan menjual minyak kepada negara-negara yang mendukung skema pembatasan harga (price cap). Seperti diketahui sebelumnya pembatasan harga minyak , merupakan salah satu sanksi Barat terhadap Rusia atas konflik Ukraina.
Pernyataan ini muncul di tengah meroketnya permintaan minyak global akibat pecahnya perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel versus Iran. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Andrey Rudenko menegaskan, bahwa Moskow tetap pada pendiriannya untuk memboikot negara-negara Barat dan sekutunya, termasuk Jepang, yang mencoba mendikte harga minyak Rusia.
"Moskow tidak akan memasok minyak ke negara-negara yang mendukung skema batas harga 'anti-pasar'," kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Andrey Rudenko.
Baca Juga: Sanksi AS Dicuekin, Minyak Rusia Bakal Terus Mengalir ke India
Hal mengejutkan di tengah sikap keras Moskow, Amerika Serikat justru mengambil langkah mundur yang tak terduga. Departemen Keuangan AS secara sementara mencabut sanksi terhadap minyak Rusia yang dimuat ke kapal tanker sebelum 12 Maret 2026. Lisensi ini mengizinkan penjualan minyak Rusia hingga 11 April 2026.


















































