loading...
Elif Eralp menjadi politikus Jerman keturunan Turki yang mengidolakan Zohran Mamdani. Foto/X/@abrahamendieta
BERLIN - Para pemilih di Berlin memberikan kemenangan bersejarah pada hari Minggu kepada Elif Eralp, seorang aktivis hak asasi manusia keturunan Turki yang kini berpeluang menjadi wali kota pertama kota-negara bagian tersebut yang berlatar belakang migran.
Partai Kiri (Die Linke) yang berhaluan sosialis pimpinannya meraih 25,7% suara—lebih dari dua kali lipat perolehan suara mereka tiga tahun lalu. Pada musim semi, elektabilitas partai ini masih berada di kisaran belasan persen. Lonjakan suara ini secara luas dianggap sebagai bukti bahwa Eralp telah memenangkan kepercayaan warga Berlin dan menangkap aspirasi serta suasana hati kota tersebut.
"Warga Berlin, terima kasih—terima kasih atas kepercayaan Anda," ujar Eralp kepada para pendukung yang bersorak gembira pada Minggu malam. "Bersama-sama, kita mencetak sejarah hari ini. Mulai saat ini, kita akan mengubah Berlin—bersama-sama." Ia mengatakan bahwa "cinta dan keadilan" telah mengalahkan "kebencian."
Dalam beberapa bulan terakhir, para pendukung dan banyak komentator di media internasional membandingkan kiprahnya dengan kemenangan Wali Kota New York Zohran Mamdani pada tahun 2025. Eralp pun mengamini perbandingan tersebut selama masa kampanye.
"Saya berharap apa yang mungkin terjadi di Manhattan, New York, juga bisa terwujud di sini, di Berlin," ujarnya kepada Anadolu hanya beberapa hari sebelum pemungutan suara.
"Mamdani berfokus pada tuntutan sosial, dan itulah yang juga kami lakukan. Ia juga berhasil menyatukan berbagai komunitas—sebuah keberhasilan besar—dan itulah yang juga kami upayakan." Seperti Mamdani, ia menempatkan tekanan ekonomi sehari-hari sebagai inti kampanyenya: lonjakan harga sewa, kenaikan biaya transportasi, dan masalah pengangkutan sampah di jalanan. Timnya menjalankan kampanye dari pintu ke pintu di berbagai lingkungan dan tidak melewatkan wilayah-wilayah yang mendukung partai anti-imigrasi, Alternative for Germany (AfD).
Ia mengusulkan pembatasan harga sewa untuk apartemen milik pemerintah kota, pembentukan badan pemerintah untuk memerangi kenaikan harga sewa ilegal, serta menghidupkan kembali rencana pengambilalihan perusahaan perumahan besar menjadi milik publik. Ia berjanji bahwa pemerintahan yang dipimpin oleh Partai Kiri (Left Party) akan menjadikan Berlin lebih terjangkau bagi semua orang.
Orang tua Eralp datang ke Jerman dari Turki setelah kudeta militer tahun 1980. Lahir di Munich pada tahun 1981, ia tumbuh besar di Dortmund dan Hamburg serta telah tinggal di Berlin selama 16 tahun.
Ia mengatakan bahwa ia memutuskan untuk belajar hukum setelah menyaksikan ketidakadilan dan diskriminasi saat masih kecil. Ia juga kerap mengenang bagaimana, saat duduk di bangku sekolah dasar, ia terdampak oleh gelombang kekerasan ekstremis sayap kanan yang menargetkan para migran di Jerman pada tahun 1990-an.


















































