loading...
Satuan Pelayanan (SPPG) menjadi garda terdepan Program Makan Bergizi Gratis kunci membangun ketahanan gizi dan ekonomi kerakyatan. Foto/istimewa
JAKARTA - Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan (SPPG) dinilai bukan sekadar upaya pemenuhan kalori nasional. Program tersebut juga merupakan sebuah transformasi besar dalam kedaulatan ekonomi rakyat.
Sekjen DPP Advokasi Rakyat untuk Nusantara (ARUN) Bungas T Fernando Duling menyatakan di tengah dinamika pembangunan yang masif, model kemandirian yayasan dan investor lokal yang dilakukan SPPG menjadi garda terdepan dalam membangun ketahanan gizi dan pembangunan multiple effect ekonomi.
"Namun, penting untuk meletakkan perspektif kita secara jernih, insentif harian sebesar Rp6 juta bukanlah sekadar angka keuntungan bagi mereka. Ia adalah amanah arus kas operasional yang baru bertransformasi menjadi profit setelah melewati ambang batas titik impas atau Break Even Point (BEP) yang terukur secara ketat dalam periode kontrak 24 bulan," katanya, Senin (30/3/2026).
Baca juga: SPPG Mulai Operasi 31 Maret, Waka BGN Ingatkan Mitra yang Mark Up Harga Bahan Baku Akan Disikat
Fernando menilai keberanian para investor mandiri ini adalah sebuah revolusi nutrisi. Bayangkan, dengan nilai investasi di angka Rp1,3-2 miliar, para mitra ini telah mengucurkan modal sosial-ekonomi ke tingkat desa tanpa membebani APBN untuk konstruksi awal.
"Di sinilah kami hadir memberikan dukungan moral penuh dan pendampingan strategis. Karena kami memahami bahwa menjadi investor SPPG bukan hanya soal hitung-hitungan neraca, melainkan soal daya tahan mengelola operasional hingga mencapai titik impas (BIP) di bulan ke-14 hingga ke-20," ungkapnya.


















































