loading...
Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar berdialog dengan Umat Paroki Santo Fransiskus Asisi Aek Nabara di Hotel Arya Duta Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/4/2026). Foto/Dok. SindoNews
JAKARTA - Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar berdialog dengan Umat Paroki Santo Fransiskus Asisi Aek Nabara, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, yang dipimpin Suster Natalia Situmorang. Dialog ini untuk memperkuat komitmen pemenuhan hak beribadah dan menjaga kerukunan antarumat beragama .
Pertemuan berlangsung pada Jumat (17/4/2026) di Hotel Arya Duta Menteng, Jakarta Pusat, dan berlangsung hangat selama lebih dari tiga jam, mulai pukul 21.00-24.00 WIB. Dialog tersebut turut dihadiri Manotar Marbun, Bryan Roberto Mahulae, Denny G. Ompusunggu, serta Arman Surya Nicolas M yang datang dari Medan. Baca juga: Kebebasan Beragama Perlu Menghargai Etika Sosial
Dalam pertemuan tersebut, dibahas persoalan dan dinamika kehidupan beragama, khususnya terkait pentingnya menjamin kebebasan beribadah bagi seluruh warga negara. “Dialog ini menjadi bagian dari upaya kami untuk memastikan bahwa hak beribadah setiap warga negara benar-benar terjamin. Negara hadir untuk semua,” ujarnya.
Ia menegaskan Kementerian Agama memiliki mandat untuk menjaga keseimbangan antara kebebasan beragama dan keharmonisan sosial. Oleh karena itu, setiap persoalan yang muncul harus diselesaikan melalui pendekatan dialog yang terbuka dan dilandasi sikap saling menghormati.
Dalam diskusi tersebut, disepakati beberapa poin penting. Pertama, negara melalui Kementerian Agama wajib menjamin pemenuhan hak beribadah setiap warga negara. Kedua, dialog harus menjadi jalan utama dalam menyelesaikan setiap persoalan. Ketiga, saling menghormati antarumat beragama merupakan kunci menjaga kerukunan.
Keempat, Kementerian Agama siap menjadi jembatan dalam menyelesaikan berbagai persoalan hingga tuntas.
“Kami mendorong semua pihak untuk mengedepankan komunikasi yang terbuka. Dengan dialog, kita bisa menemukan titik temu,” kata Gugun. Baca juga: Kutip Pesan Paus Leo XIV, Kardinal Suharyo: Doa Pemimpin yang Memaklumi Perang Tak Akan Didengar
Lebih lanjut, Gugun menegaskan bahwa Kementerian Agama akan terus hadir sebagai fasilitator dialog serta penguat kebijakan yang menjamin perlindungan hak beragama di tengah dinamika masyarakat. “Komitmen kami jelas, memastikan setiap warga negara dapat menjalankan ibadahnya dengan aman, nyaman, dan bermartabat, sekaligus menjaga Indonesia tetap rukun dalam keberagaman,” tuturnya.
(poe)


















































