loading...
Presiden AS Donald Trump mengusik ketidakmampuan Kanada dalam melindungi wilayah utaranya. Foto/White House
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah berupaya merebut Greenland, pulau otonom di Kerajaan Denmark, dengan dalih keamanan nasional. Dia sekarang juga mengusik apa yang dia gambarkan sebagai "ketidakmampuan" Kanada untuk melindungi wilayah utaranya dari musuh potensial.
Beberapa pejabat AS, yang dikutip NBC News, mengatakan Trump semakin sering mempertanyakan kemampuan Kanada dalam melindungi wilayah yang berbatasan dengan Amerika.
Baca Juga: Invasi AS ke Greenland Berarti Amerika Perang Melawan NATO!
Menurut para pejabat tersebut, dalam diskusi pribadi dengan para ajudannya, Trump menganggap Kanada rentan terhadap dugaan pelanggaran dari Rusia atau China. Karena alasan itulah, pemimpin AS itu menilai Ottawa perlu menghabiskan lebih banyak anggaran untuk pertahanan.
Pada Januari 2025 atau awal-awal masa jabatan keduanya, Trump pernah menyerukan agar Kanada menjadi negara bagian ke-51 AS. Namun, Perdana Menteri (PM) Kanada saat itu, Justin Trudeau, menolak mentah-mentah seruan tersebut.
Rusia dan China telah menolak narasi Trump. China sebelumnya mengecam presiden AS karena menggunakan Greenland sebagai dalih untuk ambisi Arktik-nya, sementara Rusia secara konsisten menentang militerisasi kawasan tersebut, dengan menggambarkannya sebagai zona untuk kerja sama damai.
“Trump sangat khawatir tentang AS yang terus terombang-ambing di Belahan Bumi Barat dan fokus pada hal ini,” kata seorang pejabat AS kepada NBC News, Senin (19/1/2026).
Pejabat senior pemerintahan Trump lainnya menyatakan tujuannya adalah "memperkuat" kawasan tersebut di bawah kepemimpinan AS, dengan mengamankan perbatasan utara Kanada sebagai bagian kunci dari visi itu.
















































