Tatap Abad Kedua, Gus Kikin: Modal Qanun Asasi, Kita Galang Persatuan

1 day ago 24

loading...

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2026-2031, KH Abdul Hakim Mahfudz menyatakan, pihaknya akan menggalang persatuan dan persaudaraan untuk menatap abad kedua Nahdlatul Ulama (NU). Foto: Tangkapan layar

JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2026-2031, KH Abdul Hakim Mahfudz menyatakan, pihaknya akan menggalang persatuan dan persaudaraan untuk menatap abad kedua Nahdlatul Ulama (NU). Ia berkata, hal itu akan diwujudkan bermodalkan "Qanun Asasi."

Gus Kikin, sapaan akrabnya, mengaku telah menemukam sejumlah naskah buku "Qanun Asasi" karya pendiri NU, Syekh KH Hasyim Asy'ari. Ia berkata, Qanun Asasi yang ditulis tahun 1926 itu sempat diimplementasikan dalam kegiatan NU.

"Itu merupakan roadmap, itu merupakan pedoman, manhaj, fikrah, maupun harakah NU. Dan buku itu kemudian di tahun 1952 pada saat NU menjadi partai politik, kemudian tidak digunakan lagi," ucap Gus Kikin saat berpidato kali pertama sebagai Ketua Umum PBNU di penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

Baca juga: Gus Kikin di Depan Prabowo: Saya Banyak Unsur Angka 8

Ia berkata, NU telah kembali ke khittah pada 1984. Namun, kata dia, Qanun Asasi sudah tak diterapkan kembali. Bahkan, sejumlah naskah buku itu telah hilang.

"Hingga tiga tahun yang lalu, alhamdulillah kami di Tebuireng menemukan bab-bab yang tidak ada, yang selama ini tidak bisa kita dapatkan. Bab dua, bab tiga, bab empat, akhirnya kita bisa temukan semuanya dan kita rangkai kembali menjadi satu buku, adalah Qanun Asasi," ucap Gus Kikin.

Read Entire Article
Prestasi | | | |