Temuan Riset Ungkap Jurang Standar dan Praktik Responsible Mining di Sultra

1 month ago 38

loading...

Universitas Halu Oleo (UHO) bersama SETARA Institute dan SIGI Initiative menggelar Diseminasi dan Seminar Publik Responsible Mining Sektor Nikel di Sulawesi Tenggara. FOTO/IST

KENDARI - Universitas Halu Oleo (UHO) bekerja sama dengan SETARA Institute dan Sustainable & Inclusive Governance Initiative (SIGI Initiative) menggelar Diseminasi dan Seminar Publik Responsible Mining Sektor Nikel di Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini memaparkan hasil riset komprehensif mengenai praktik pertambangan dan pengolahan nikel di dua wilayah utama, yaitu Kabupaten Konawe dan Konawe Utara, dengan fokus pada evaluasi penerapan prinsip pertambangan yang bertanggung jawab.

Riset mengadopsi lima variabel Responsible Mining Assessment, yakni Responsible Mining Index (RMI) 2022, UN Guiding Principles on Business and Human Rights (UNGPs), IRMA, hingga Perpres 60/2023 tentang Strategi Nasional Bisnis dan HAM. Temuan riset menunjukkan adanya jurang besar antara standar dan realisasi praktik lapangan.

Penelitian dilakukan melalui metode mixed method, meliputi studi literatur, asesmen lapangan, FGD multipihak, dan wawancara. Lokasi riset mencakup area operasi lima perusahaan tambang di Blok Mandiodo, Konawe Utara, serta dua perusahaan smelter besar di Morosi, Konawe.

Dengan proyeksi kontribusi 62% pasokan nikel global dan total sumber daya nikel Sulawesi Tenggara mencapai 61,3 juta ton, potensi ekonomi sektor ini diakui sangat besar. Namun, riset menegaskan bahwa potensi tersebut disertai risiko signifikan terkait kerusakan lingkungan, keselamatan kerja, dan lemahnya akuntabilitas perusahaan.

"Tercatat terdapat 176 Izin Usaha Pertambangan (IUP) aktif di Sulawesi Tenggara, namun proses perizinan dan pengawasan belum efektif. Sistem OSS yang terpusat juga memutus ruang koordinasi dengan pemerintah daerah serta mempersempit ruang partisipasi publik," kata Guru Besar Fakultas Pertanian UHO yang juga Ketua Tim Peneliti, Prof Yani Taufik dalam keterangannya, Kamis (11/12/2025).

Read Entire Article
Prestasi | | | |