Tips Psikolog IPB Atasi Stres saat Lebaran akibat Pertanyaan Sensitif Keluarga

3 hours ago 7

loading...

Sejumlah cara untuk membantu mengelola stres selama perayaan Lebaran. Foto/Istimewa.

JAKARTA - Hari Raya identik dengan momen berkumpul bersama keluarga, mempererat silaturahmi, dan merasakan kebahagiaan bersama orang-orang terdekat. Namun di balik suasana hangat tersebut, tidak sedikit orang yang justru merasakan tekanan, rasa minder, hingga kelelahan secara fisik maupun emosional.

Situasi ini kerap muncul saat berkumpul dengan keluarga besar. Berbagai pertanyaan pribadi seperti “kapan menikah ?”, “sudah punya anak?”, “kerja di mana?”, hingga “sudah punya rumah?” sering kali terlontar dan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman bagi sebagian orang.

Selain itu, perubahan rutinitas selama Lebaran yang cukup drastis, ditambah tekanan sosial serta ekspektasi budaya, juga dapat memicu stres. Aktivitas menerima tamu tanpa jeda atau menghadiri banyak undangan membuat sebagian orang merasa kelelahan secara mental.

Psikolog sekaligus dosen Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Nur Islamiah, yang akrab disapa Bu Mia, membagikan sejumlah cara untuk membantu mengelola stres selama perayaan Lebaran.

Menurutnya, salah satu langkah penting adalah mengatur ekspektasi diri dengan menetapkan batas psikologis atau psychological boundaries.

Baca juga: Ini Alasan Mengapa Pria Jarang Bercerita Saat Stres dan Depresi

“Kita tida punya kewajiban dan memang tidak mungkin bisa menyenangkan semua orang. Sering kali kita merasa harus selalu tersenyum, melayani tamu, dan menjaga suasana,” ujarnya, melalui siaran pers, Selasa (17/3/2026).

Ia menjelaskan, ketika suasana Lebaran terasa sangat ramai, penting bagi seseorang untuk mengenali batas dirinya. Misalnya dengan memilih percakapan yang ingin diikuti atau mengambil waktu sejenak untuk menenangkan diri tanpa merasa bersalah.

Read Entire Article
Prestasi | | | |