loading...
WASHINGTON - Pemerintahan Amerika Serikat (AS) sedang mengupayakan surat perintah pengadilan untuk menyita puluhan kapal tanker lagi yang diduga mengangkut minyak Venezuela tanpa izin Washington. Beberapa sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan kepada Reuters.
Langkah ini bertujuan memperkuat cengkeraman Washington atas ekspor minyak negara Amerika Selatan tersebut, menyusul penculikan Presiden Nicolas Maduro dalam serangan pasukan khusus AS pada 3 Januari.
Militer AS dan Penjaga Pantai telah menyita lima kapal tanker dalam beberapa pekan terakhir di perairan internasional, termasuk Marinera berbendera Rusia di barat laut Skotlandia.
Menurut laporan Reuters pada hari Selasa, Departemen Kehakiman AS telah mengajukan beberapa tindakan penyitaan sipil non-publik, terutama di pengadilan distrik Washington D.C., untuk mendapatkan surat perintah penyitaan “puluhan” kapal tanker lagi yang dituduh menghindari sanksi AS dan memindahkan minyak dari Venezuela, serta Iran dan Rusia.
Masih belum jelas berapa banyak surat perintah penyitaan baru yang dicari Washington, tetapi juru bicara Pentagon Sean Parnell menyatakan pekan lalu bahwa AS akan “memburu dan mencegat SEMUA kapal armada gelap yang mengangkut minyak Venezuela pada waktu dan tempat yang kami pilih.”
Upaya hukum ini sejalan dengan tujuan Presiden Donald Trump untuk mengendalikan sumber daya minyak Venezuela.
Sementara Gedung Putih menggambarkan tindakannya sebagai hal yang diperlukan untuk membangun kembali industri Venezuela demi kesejahteraan rakyat, para kritikus menegaskan kampanye tersebut merupakan penerapan hukum AS dan sanksi sepihak yang belum pernah terjadi sebelumnya di luar wilayah hukum.















































