loading...
Presiden AS Donald Trump ingin negara-negara lain bayar USD1 miliar agar tetap berada di Dewan Perdamaian Gaza. Foto/NDTV
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menginginkan negara-negara lain untuk membayar setidaknya USD1 miliar (Rp`16,9 triliun) agar tetap berada di "Dewan Perdamaian" Gaza setelah batas waktu tiga tahun. Ini terungkap dari teks piagam dewan tersebut yang diperoleh beberapa media.
Awal pekan ini, Gedung Putih secara resmi meluncurkan Fase Dua dari inisiatif perdamaian yang didukung AS untuk Gaza, dan membentuk apa yang disebut "Dewan Perdamaian" untuk mengawasi rekonstruksi wilayah kantong Palestina tersebut.
Piagam yang menguraikan struktur dewan dan ketentuan keanggotaan dilaporkan diedarkan dengan undangan yang dikirim ke puluhan pemimpin dunia, meminta mereka untuk bergabung dengan panel tersebut.
Baca Juga: Trump Tunjuk Tony Blair dan Jared Kushner Duduk di Dewan Perdamaian Gaza
“Setiap Negara Anggota akan menjabat selama tidak lebih dari tiga tahun sejak berlakunya Piagam ini, dan dapat diperpanjang oleh Ketua,” demikian bunyi dokumen tersebut, yang dikutip Times of Israel, Minggu (18/1/2026).
“Masa keanggotaan tiga tahun tidak berlaku untuk Negara Anggota yang menyumbangkan lebih dari USD1.000.000.000 dalam bentuk dana tunai kepada Dewan Perdamaian dalam tahun pertama berlakunya Piagam ini," lanjut dokumen itu.
“Dewan ini akan menjadi satu-satunya, belum pernah ada yang seperti ini!” kata Trump dalam salinan undangan yang dibagikan oleh Presiden Argentina Javier Milei.
Menurut laporan media-media Barat, para pemimpin lain yang diundang untuk bergabung termasuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, dan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva.















































