Trump Ragu kalau NATO Bela AS ketika Diserang Musuh

3 hours ago 5

loading...

Presiden AS Donald Trump ragu kalau NATO bela AS ketika diserang musuh. Foto/X/NATO

WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump meragukan apakah anggota NATO akan membantu Amerika jika diserang. Dia menekankan bahwa Washington akan tetap membela sekutunya di blok tersebut.

Berbicara pada sebuah pengarahan pada hari Selasa, Trump mengklaim dirinya sebagai dermawan utama NATO, sambil mengingat bahwa di bawah kepemimpinannya, anggota blok telah berjanji untuk meningkatkan pengeluaran militer menjadi 5% dari PDB.

"Saya melakukan lebih banyak untuk NATO daripada orang lain yang masih hidup atau sudah meninggal," klaimnya, dilansir RT.

Namun, Trump menyuarakan kekhawatiran tentang komitmen pertahanan NATO. "Saya melihat semua hal itu, tetapi NATO juga harus memperlakukan kita dengan adil. Ketakutan terbesar saya terhadap NATO adalah [bahwa] kita menghabiskan banyak uang dengan NATO, dan saya tahu kita akan datang untuk menyelamatkan mereka, tetapi saya benar-benar mempertanyakan apakah mereka akan datang untuk menyelamatkan kita atau tidak."

Baca Juga: Foto 326 Korban Tewas pada Demonstrasi di Iran Bocor ke Media

Pasal 5 dari perjanjian pendirian NATO menetapkan bahwa serangan bersenjata terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap semua anggota, tetapi hal itu memberi setiap negara kebebasan untuk mengambil "tindakan yang dianggap perlu," termasuk penggunaan kekuatan bersenjata.

Pasal ini hanya pernah digunakan sekali, setelah serangan 11 September 2001 terhadap AS, ketika blok tersebut mendukung operasi kontra-terorisme AS. Klausul pertahanan kolektif tidak diterapkan jika anggota NATO diserang oleh anggota lain.

Read Entire Article
Prestasi | | | |