loading...
BMKG mencatat tsunami telah terjadi di 9 wilayah usai gempa besar berkekuatan M7,6 yang berpusat di Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4/2026). Foto/Dok.SindoNews
BITUNG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat tsunami telah terjadi di 9 wilayah usai gempa besar berkekuatan M7,6 yang berpusat di Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4/2026). Tsunami tertinggi tercatat 0,75 meter di Minahasa Utara.
“Pemutakhiran Peringatan Dini, Tsunami akibat gempa dengan kekuatan:7.6, lokasi: 129 km Tenggara BITUNG-SULUT, waktu:02-Apr-26 05:48:16 WIB, telah terdeteksi di Belang (06:36WIB) 0.68m, Bitung (06:15WIB) 0.20m, Bumbulan (06:50WIB) 0.13m, Gita (06:12WIB) 0.24m, HalmaheraBarat (06:08WIB) 0.30m, Kedi (06:15WIB) 0.15m, MinahasaUtara (06:18WIB) 0.75m, Sidangoli (06:16WIB) 0.35m, Sitaro (06:15WIB) 0.19m,” tulis BMKG dalam keterangan tertulisnya.
Baca juga: Gempa Bitung M7,6 Akibatkan Gedung KONI Manado Rusak Parah, 1 Tewas
Sebelumnya, BMKG melaporkan bahwa episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,25° LU ; 126,27° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 129 Km arah Tenggara Bitung, Sulawesi Utara pada kedalaman 33 km.
BMKG mengungkapkan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi kerak bumi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault ).


















































