loading...
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman. Foto/anadolu
RIYADH - Turki, Arab Saudi, dan Pakistan akan menandatangani perjanjian pertahanan bersama pada hari Jumat ini (7/8/06). Kabar itu menurut keterangan sumber-sumber di Ankara kepada Middle East Eye.
Kesepakatan yang telah dinegosiasikan sejak tahun lalu ini menandai kerangka kerja trilateral baru yang signifikan di tengah krisis regional yang kian mendalam menyusul serangan Israel dan AS terhadap Iran.
Para analis Saudi sebelumnya menyatakan Riyadh dapat mengaktifkan pakta pertahanan yang sudah ada dengan Pakistan jika mereka terlibat dalam perang melawan Iran.
Kesepakatan yang direncanakan pada hari Jumat ini dapat memiliki implikasi serupa bagi Turki, yang sudah menjadi sekutu Amerika Serikat dan NATO.
Namun, belum jelas apa saja cakupan kesepakatan hari Jumat tersebut terkait ketentuan pertahanan bersama.
Kesepakatan itu diperkirakan akan ditandatangani di Mekkah, salah satu situs paling suci dalam Islam, oleh para pemimpin dari ketiga negara berpenduduk mayoritas Muslim tersebut.
"Kesepakatan ini akan mengubah keseimbangan kekuatan di kawasan tersebut," ujar salah satu sumber yang berbasis di Ankara.
"Jika berhasil diterapkan, kesepakatan ini akan meningkatkan stabilitas dan keamanan bagi penduduk di wilayah dunia ini."

















































