loading...
Tas siaga bencana sebaiknya disiapkan untuk antisipasi bila terjadi bencana alam. Foto: Tunas Hijau
JAKARTA - Indonesia saat ini tengah menghadapi berbagai bencana alam yang terjadi di waktu yang cukup berdekatan. Seperti gempa NTT , kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah Sumatra dan Kalimantan serta yang terbaru adalah erupsi Gunung Anak Krakatau.
Berbagai kejadian tersebut menjadi salah satu pelajaran bagi masyarakat untuk bisa melakukan antisipasi terhadap kehadiran bencana di waktu yang tidak diduga. Salah satunya adalah dengan menyiapkan Tas Siaga Bencana.
Saat situasi darurat atau bencana alam terjadi, kecepatan evakuasi menjadi kunci utama keselamatan seluruh anggota keluarga. Dokter Spesialis Anak, dr. Leonirma Tengguna dalam utas di akun Threads miliknya membagikan panduan praktis mengenai pentingnya kepemilikan Tas Siaga Bencana (TSB) yang dirancang realistis dan mudah dibawa saat mengevakuasi anak.
Menurutnya, konsep TSB untuk keluarga berkebutuhan khusus seperti pemilik balita harus memprioritaskan fungsi dan kemudahan pergerakan.
Baca Juga : BNPB Sebut 135 Orang Meninggal Akibat Gempa di NTT
“Sebagai dokter anak dan Ibu, menurutku tas siaga bencana itu penting, tapi harus realistis, ringkas dan gampang digendong. Soalnya pada saat bencana terjadi, kemungkinan besar kita akan evakuasi sambil gendong anak kita (terutama bayi dan balita),” tulis dr. Leonirma, dikutip Rabu (9/9/2026).
Ia menekankan bahwa tas darurat harus berbentuk ransel agar tangan orang tua tetap bebas untuk memegang atau menggendong anak. Prinsip utamanya adalah memilih barang yang benar-benar esensial agar tidak membebani pergerakan.


















































