loading...
Ilustrasi 3 tanda awal gangguan jiwa yang perlu diwaspadai. Foto/Rehabblog.
JAKARTA - Banyak orang kerap menganggap remeh perubahan emosi atau pola tidur yang terganggu dan menganggapnya sekadar lelah biasa. Padahal, jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus, bisa jadi itu merupakan sinyal awal gangguan kesehatan mental yang membutuhkan perhatian serius.
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono , mengingatkan pentingnya mengenali tanda-tanda awal gangguan jiwa sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih parah. Menurutnya, bahaya utama dari masalah kesehatan mental sering kali bersumber dari ketidakmampuan seseorang dalam menyadari gejalanya sejak dini.
Baca juga: Kemenkes Ungkap 186.629 Orang Dewasa dan 34.961 Anak di Indonesia Alami Depresi
“Teman-teman sekalian, yang berbahaya bukan saja hanya gangguannya, tetapi karena ketika kita tidak mengenali, maka gangguan jiwa itu akan berkembang," kata Dante dalam Temu Media di RS Soeharto Heerdjan, Jumat (4/9/2026).
Ia menjelaskan, ada tiga indikator utama yang kerap dialami seseorang saat mengalami gangguan jiwa, yaitu perubahan fisik, gejolak emosi, serta rasa cemas berlebihan. Indikator pertama yang paling sering muncul dapat terlihat langsung pada kondisi fisik tubuh. Salah satu sinyal yang paling dominan adalah terganggunya kualitas tidur.
"Yang muncul dalam bentuk fisik itu yang paling sering ada gangguan pola tidur. Nah, kalau tidurnya udah keganggu, udah susah tidur, nah hati-hati," ucap dia.


















































