loading...
MPV listrik asal China ini pede pasang banderol di atas Denza D9, langsung incar pasar raja MPV Jepang. Foto: XPeng Indonesia
JAKARTA - Panjangnya 5,29 meter. Lebih dari lima meter. Di jalan tol, itu bukan masalah. Tapi begitu masuk gang sempit Jakarta, Bekasi, atau Bogor, mobil sepanjang itu biasanya jadi mimpi buruk. Apalagi kalau harus parkir paralel.
XPeng X9 Pro justru pede menantang keterbatasan itu. Radius putarnya cuma 5,4 meter. Lebih pendek dibanding Denza D9 yang 5,95 meter. Bagaimana bisa mobil sebongsor itu berbelok selincah sedan?
Jawabannya ada di roda belakang.
XPeng menanamkan teknologi Active Rear-Wheel Steering. Roda belakang ikut membelok, dengan sudut kemudi maksimum ±5 derajat. Saat manuver lambat, putar balik, parkir, masuk gang, roda belakang berputar berlawanan arah dengan roda depan. Mobil jadi seolah memendek.
.jpg)
Bayangkan sopir yang biasa bawa Alphard. Setiap belok di gang sempit, harus maju-mundur berkali-kali. Radius putar yang besar memang dikenal luas sebagai salah satu kelemahan utama Alphard.
Nah, di X9 Pro, masalah klasik itu dijawab dengan cara paling sederhana: bikin roda belakang ikut bekerja.
Secara ukuran, X9 Pro memang raksasa. Panjang 5.293 milimeter, lebar 1.988 milimeter, tinggi 1.785 milimeter, jarak sumbu roda 3.160 milimeter.
Bobotnya mencapai 2.750 kilogram. Bandingkan dengan Toyota Alphard yang panjangnya 5.010 milimeter, atau Denza D9 yang 5.250 milimeter. X9 Pro tetap yang terpanjang di antara ketiganya, tapi anehnya radius putarnya justru paling kecil.
Karakter berkendara ini juga ditopang desain Starship Design 2.0, dengan koefisien hambatan udara 0,236 Cd.
Angka ini bukan sekadar gaya-gayaan. Semakin rendah drag coefficient, semakin sedikit energi baterai yang terbuang melawan angin saat melaju di jalan tol.
.jpg)
Soal parkir, XPeng tak cuma mengandalkan roda belakang. Ada ekosistem XPILOT Assist, ditenagai chip Turing XP5. Sensornya lengkap: 3 radar gelombang milimeter, 12 radar ultrasonik, dan 12 kamera. Semua bekerja sama menghidupkan fitur Adaptive Cruise Control, Lane Centering Control, Adaptive Turning Cruise, kamera 360 derajat, Transparent Chassis, Remote Parking Assist, hingga Reverse Drive Assist.
Transparent Chassis, misalnya, membuat pengemudi bisa ‘melihat tembus’ kolong mobil lewat layar, berguna saat melewati polisi tidur tinggi atau jalan berbatu.
Remote Parking Assist memungkinkan mobil parkir sendiri, dikendalikan dari luar lewat ponsel. Kombinasi inilah yang coba dijual XPeng: mobil sebesar Alphard, tapi tak semenyusahkan Alphard soal parkir.

















































