loading...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Foto/anadolu
KIEV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan siap mengadakan pemilu di masa perang dalam tiga bulan ke depan, jika parlemen Ukraina dan sekutu asing mengizinkannya. Pernyataan itu muncul setelah Donald Trump menuduhnya berpegang teguh pada kekuasaan.
Zelensky, yang jelas kesal dengan intervensi Trump, mengatakan, “Ini adalah pertanyaan untuk rakyat Ukraina, bukan orang-orang dari negara lain, dengan segala hormat kepada mitra kami.”
Namun, ia berjanji menjajaki jalan untuk mengadakan pemilu dalam beberapa bulan mendatang. “Karena pertanyaan ini diajukan hari ini oleh presiden Amerika Serikat, mitra kami, saya akan menjawab dengan sangat singkat: lihat, saya siap untuk pemilu,” ujar Zelenskyy pada Selasa malam (9/12/2025).
“Selain itu, saya meminta… Amerika Serikat untuk membantu saya, mungkin bersama dengan kolega Eropa, untuk memastikan keamanan pemilu, dan kemudian dalam 60 hingga 90 hari ke depan Ukraina akan siap untuk mengadakan pemilu. Saya pribadi memiliki kemauan dan kesiapan untuk ini,” tambahnya.
Trump menyampaikan komentar tersebut dalam wawancara panjang lebar dengan Politico yang diterbitkan pada Selasa pagi.
“Mereka sudah lama tidak mengadakan pemilihan umum,” ujar presiden AS itu. “Anda tahu, mereka berbicara tentang demokrasi, tetapi sampai pada titik di mana itu bukan demokrasi lagi.”
















































