Zelensky Tolak Pemilu saat Perang Lawan Rusia: Akan seperti Tsunami, Memecah Ukraina

1 hour ago 4

loading...

Presiden Volodymyr Zelensky tolak seruan agar Ukraina menggelar pemilu di tengah perang melawan Rusia. Foto/X @ZelenskyyUa

KYIV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak desakan untuk menggelar pemilu di tengah perang yang sedang berlangsung melawan Rusia. Menurutnya, terlalu berbahaya bagi negara untuk menggelar pemilu dalam situasi genting seperti sekarang ini.

Komentar Zelensky tersebut, yang disampaikan dalam pernyataan pada hari Minggu, untuk menjawab seruan mantan menteri pertahanan, Mykhailo Fedorov, agar pemungutan suara diselenggarakan.

Baca Juga: Putin Isyaratkan Skenario Bencana Besar bagi Ukraina

“Saya percaya bahwa dalam perang seperti ini, pemilu itu sendiri merupakan risiko yang sangat besar. Pemilu saat ini akan menjadi tsunami bagi negara dan akan memecah Ukraina,” kata Zelensky, yang dikutip AFP, Senin (24/8/2026).

Sekadar diketahui, masa jabatan Zelensky sebagai Presiden Ukraina seharusnya berakhir pada 20 Mei 2024. Namun, Ukraina berada di bawah darurat militer sejak invasi besar-besaran Rusia pada Februari 2022, dan pemilu nasional tidak dapat diselenggarakan selama kondisi tersebut.

“Jika kita ingin menghancurkan negara ini, maka kita bisa bergerak menuju pemilu dalam situasi perang seperti sekarang,” imbuh pemimpin berusia 48 tahun itu.

Pada Sabtu pekan lalu, Zelensky menggelar pengarahan dengan sekelompok wartawan. Ini merupakan pengarahan pertamanya dalam beberapa bulan di tengah sejumlah krisis politik.

Read Entire Article
Prestasi | | | |