loading...
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi mengadakan konferensi pers bersama setelah pertemuan mereka pada 4 Februari 2026 di Kairo, Mesir. Foto/Do?ukan Keskink?l?ç/Anadolu Agency
KAIRO - Analisis politik Israel memperingatkan tentang apa yang digambarkannya sebagai pergeseran geopolitik terselubung yang dipimpin Turki dan Mesir yang bertujuan membentuk aliansi regional Sunni yang dapat membentuk kembali dinamika kekuatan Timur Tengah di sekitar Israel.
Laporan tersebut diterbitkan platform berita Israel Mida dan berdasarkan penelitian oleh Gatestone Institute yang berbasis di Eropa.
Menurut laporan itu, sementara perhatian internasional tetap terfokus pada Iran, proses diplomatik paralel sedang berlangsung yang dapat membawa konsekuensi strategis jangka panjang yang signifikan bagi Israel, Amerika Serikat (AS), dan kawasan yang lebih luas.
Menurut analisis tersebut, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan telah meluncurkan inisiatif diplomatik yang luas yang bertujuan memperkuat kerja sama di antara negara-negara mayoritas Sunni di bawah kepemimpinan Ankara.
Laporan tersebut mengklaim upaya tersebut tidak hanya bertujuan rekonsiliasi dengan mantan rival regional tetapi juga untuk menciptakan blok politik dan strategis terkoordinasi yang digambarkan sebagai "lingkaran Sunni" yang mengelilingi Israel, yang disajikan sebagai alternatif bagi jaringan sekutu regional Iran.


















































