loading...
Berbagai bukti penelitian ilmiah mengenai produk tembakau alternatif terus bertambah baik di dalam maupun luar negeri. Foto: Dok Sindonews
JAKARTA - Berbagai bukti penelitian ilmiah mengenai produk tembakau alternatif terus bertambah baik di dalam maupun luar negeri. Ini merupakan hasil dari serangkaian riset terhadap tembakau alternatif.
Produk tersebut terdiri dari rokok elektronik (vape), produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin memiliki profil toksikan lebih rendah dibandingkan rokok serta berpotensi menjadi salah satu pilihan bagi perokok dewasa yang ingin beralih dari kebiasaan merokok.
Baca juga: Pemerintah Diminta Lebih Terbuka pada Tembakau Alternatif
Penelitian mengenai produk tembakau alternatif umumnya berfokus pada dua aspek utama yaitu profil paparan zat berbahaya dibandingkan rokok dan potensinya membantu perokok dewasa yang kesulitan berhenti dari kebiasaan merokok. Berbagai kajian dari lembaga riset dan jurnal internasional menunjukkan temuan konsisten pada kedua aspek tersebut.
Berikut 4 temuan dari berbagai kajian ilmiah mengenai produk tembakau alternatif.
1. Kajian Inggris: Produk Tembakau Alternatif Memiliki Profil Risiko 90-95 Persen Lebih Rendah Dibanding Rokok
Salah satu kajian yang menjadi tonggak awal dalam pembahasan ilmiah mengenai produk tembakau alternatif adalah Evidence Review of E-Cigarettes and Heated Tobacco Products tahun 2018 yang diterbitkan UK Health Security Agency (UKHSA), Inggris.
Kajian ini menjadi rujukan penting yang mendorong berkembangnya berbagai penelitian lanjutan terkait potensi pengurangan risiko (tobacco harm reduction) dari produk tembakau alternatif. Rokok elektronik dan produk tembakau yang dipanaskan memiliki profil risiko sekitar 90–95 persen lebih rendah dibandingkan rokok.


















































