loading...
Anggota parlemen Israel, Zvi Sukkot, menghancurkan satu tugu peringatan menggunakan palu godam di hadapan tentara IDF yang berjaga di dekatnya. Foto/medsos
TEL AVIV - Warga Palestina di desa Madama, Tepi Barat, mengaku khawatir akan terjadinya kekerasan lebih lanjut setelah anggota parlemen Israel, Zvi Sukkot, menghancurkan satu tugu peringatan setempat menggunakan palu godam di hadapan tentara IDF yang berjaga di dekatnya. Pihak militer kemudian menegaskan insiden tersebut tidak mendapat izin maupun diperkirakan sebelumnya.
Sukkot, legislator sayap kanan yang dikenal kerap berkonfrontasi dengan warga Palestina dan merupakan anggota partai ultranasionalis Zionis Religius, mendatangi Madama—desa di selatan kota Nablus—pada hari Selasa, dengan dalih melakukan kunjungan.
Namun, video yang kemudian ia unggah secara daring justru memperlihatkan dirinya mengeluarkan palu godam dan merusak tugu peringatan bagi warga Palestina yang tewas dalam berbagai konflik selama satu abad terakhir.
Ia mengklaim tugu tersebut "mengagungkan terorisme" dan "harus disingkirkan," dengan argumen anak-anak yang tumbuh besar melihat tugu itu bisa saja terdorong untuk menjadi teroris.
Dalam rekaman tersebut, terlihat aparat IDF yang mengawalnya hanya berdiri beberapa meter jauhnya tanpa melakukan intervensi saat ia menghantam tugu peringatan itu.


















































