loading...
Puluhan ribu jemaah Palestina mengikuti salat di kompleks Masjid Al-Aqsa. Foto/QNN
YERUSALEM - Otoritas Israel mengganti nama-nama Arab bersejarah di seluruh wilayah Yerusalem yang diduduki. Langkah ini oleh para pejabat Palestina disebut sebagai upaya mengubah identitas kota serta menghapus warisan Arab, Islam, dan Kristennya.
Pemerintahan Wilayah Yerusalem (Jerusalem Governorate) menyatakan pada hari Rabu bahwa otoritas Israel telah mencopot papan nama yang memuat nama bersejarah Bab al-Amoud—yang dalam bahasa Inggris dikenal luas sebagai Damascus Gate (Gerbang Damaskus)—dan memasang papan nama yang menyebut lokasi tersebut sebagai "Gerbang Lama" (Old Gate).
Bab al-Amoud merupakan salah satu pintu masuk utama menuju Kota Tua Yerusalem dan salah satu penanda lokasi (landmark) Palestina yang paling dikenal.
Pihak pemerintahan wilayah tersebut menyatakan perubahan ini tidak boleh dipandang sebagai keputusan administratif yang berdiri sendiri, melainkan sebagai bagian dari kebijakan Israel yang lebih luas yang menyasar lanskap sejarah dan budaya Yerusalem.
Menurut pernyataan tersebut, nama-nama yang melekat pada gerbang, jalan, dan lokasi-lokasi penting di kota itu merupakan bagian dari "ingatan nasional, sejarah, dan budaya" Yerusalem.
Pemerintahan wilayah tersebut memperingatkan adanya "upaya berkelanjutan untuk mengubah karakter sejarah Yerusalem," namun menegaskan upaya untuk memaksakan nama dan realitas baru "tidak akan menghapus sejarah ataupun ingatan kolektif kota tersebut."


















































