Fimela.com, Jakarta - Industri hospitality global terus bergerak menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. Salah satu pelaku utamanya, Banyan Group, baru saja merilis Sustainability Report 2025 bertajuk From One Vision to 100 Possibilities. Laporan ini menjadi penanda perjalanan 20 tahun komitmen keberlanjutan sekaligus pencapaian 100 properti di seluruh dunia.
Bukan sekadar angka, pencapaian ini merepresentasikan bagaimana visi awal Banyan Group berkembang menjadi dampak nyata di berbagai destinasi—menyentuh lingkungan, budaya, hingga komunitas lokal. Sejak awal berdiri, filosofi Embracing the Environment, Empowering People telah menjadi fondasi utama dalam setiap langkah bisnisnya.
Dari Tambang Terbengkalai hingga Jaringan Global
Perjalanan Banyan Group dimulai lebih dari tiga dekade lalu dengan transformasi sebuah tambang timah terbengkalai di Phuket. Kini, mereka telah berkembang menjadi jaringan global dengan 13 brand, 100 hotel dan resort, serta hadir di 24 negara. Sepanjang 2025 saja, Banyan Group menyambut 4,7 juta tamu dari 212 negara.
Pencapaian ini mempertegas bahwa keberlanjutan bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian inti dari strategi bisnis jangka panjang.
Sustainability yang Terintegrasi dalam Strategi Bisnis
Di tahun 2025, Banyan Group juga melakukan double materiality assessment pertamanya—sebuah pendekatan yang mengukur dampak bisnis terhadap lingkungan dan masyarakat sekaligus risiko serta peluang finansial yang dihasilkan.
Langkah ini menandai perubahan penting: dari sekadar program keberlanjutan menjadi strategi terintegrasi yang memengaruhi pengambilan keputusan di seluruh lini bisnis.
Melalui framework Brand for Good dan dukungan Banyan Global Foundation, berbagai inisiatif sosial dan lingkungan dijalankan bersama komunitas lokal, termasuk program hibah dan pendanaan untuk proyek berbasis masyarakat.
Dampak Nyata untuk Komunitas
Sepanjang 2025, sebanyak 32 proyek Greater Good Grants dijalankan dan memberikan manfaat langsung kepada lebih dari 2.000 penerima. Mulai dari pelajar, perempuan, petani, hingga individu dengan kebutuhan khusus—semuanya menjadi bagian dari ekosistem dampak yang dibangun.
Yang menarik, setiap proyek difokuskan dalam radius 50 km dari properti, memastikan keterlibatan dan dampak lokal yang lebih mendalam.


















































