loading...
Tim BPBD Kabupaten Jember melakukan penanganan dan asssement saat banjir melanda Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, pada Selasa (13/1). Foto/BPBD Kabupaten Jember
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatatkan sejumlah kejadian bencana beserta langkah penanganan yang dilakoni oleh pemerintah daerah hingga Jumat (16/1/2026). Hal ini sejalan dengan realitas bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menekankan bahwa peristiwa tanah longsor terjadi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu (14/1/2026). "Kejadian ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah dengan kontur tanah labil sehingga menyebabkan pergerakan tanah," ujar Abdul dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (17/1/2026).
Dia menguraikan bahwa sebanyak enam desa di enam kecamatan terdampak, yakni Desa Ridogalih, Desa Mekarsari, Desa Sukamanah, Desa Cikadu, Desa Neglasari, dan Desa Sukasirna. Akibat peristiwa ini, sebanyak 31 Kepala Keluarga (KK) serta beberapa akses jalan di Kecamatan Gegerbitung terdampak.
Baca juga: Update Bencana Sumatera: 1.198 Orang Meninggal, Korban Hilang 144 Orang
Adapun, hingga Kamis (15/1), BPBD Kabupaten Sukabumi telah menerjunkan tim reaksi cepat untuk melakukan pendataan dan penanganan awal di lokasi terdampak. BPBD setempat masih terus melakukan pemutakhiran data dari lapangan.
Kemudian, bergeser ke wilayah lain di Pulau Jawa, banjir melanda Kabupaten Jember pada Selasa (13/1). Hingga Kamis (15/1), warga terdampak akibat banjir yang disebabkan oleh luapan Kali Clutak tercatat sebanyak 78 KK di Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan.















































