Bisakah BYD Meyakinkan Orang Jepang untuk Membeli Berang-Berang Listrik Racco?

1 week ago 43

loading...

Harga BYD Racco di Jepang mulai Rp240 juta, menyasar segmen kei car yang sangat gemuk. Foto: Sindonews/Danang Arradian

JEPANG - BYD sedang di puncak. Eropa sudah ditembus. Asia Tenggara juga. Tapi satu pasar masih membandel: Jepang. Pasar mobil terbesar keempat di dunia ini belum juga takluk, meski BYD sudah bertahun-tahun mencoba.

Juli lalu BYD meluncurkan senjata barunya: Racco. Namanya berarti berang-berang laut dalam bahasa Jepang.

Ukurannya mini. Kategorinya kei jidosha: mobil kecil khas Jepang yang diatur ketat: panjang maksimal 3,4 meter, lebar maksimal 1,48 meter.

Bahkan pajak dan asuransinya punya aturan sendiri.

Ini bukan strategi asal comot. Kei car lahir tahun 1949. Dulu tujuannya sederhana: transportasi murah dan hemat bahan bakar di masa sulit pasca Perang Dunia II. Delapan dekade kemudian, kei car jadi institusi. Lebih dari sepertiga total penjualan mobil tahunan di Jepang adalah kei car.

Harga Racco versi entry-level: ¥2.145.000, setara USD13.000. Itu sekitar Rp240,2 juta.

Bandingkan dengan Nissan Sakura, kei car listrik terlaris Jepang.

Harga lebih tinggi dari Racco. Tapi setelah subsidi nasional dipotong, harga jual Sakura jadi sedikit lebih murah. Masalahnya, fitur Sakura lebih sedikit dan jarak tempuh baterai penuhnya lebih pendek.

Read Entire Article
Prestasi | | | |