loading...
Enam video bocor, satu token kripto, dan gugatan hukum lintas benua, inilah drama di balik game paling ditunggu tahun ini. Foto: Rockstar Games
JAKARTA - Rockstar Games kebobolan. Bukan sekali. Enam kali berturut-turut.
Sejak 18 Agustus lalu, akun misterius bernama "Cyberleek" mengunggah video demi video gameplay Grand Theft Auto 6. Rockstar tidak pernah mengonfirmasi. Tidak juga membantah. Yang terjadi hanya satu: video-video itu terus dihapus dengan alasan hak cipta.
Video pertama menampilkan Jason, protagonis pria GTA 6, bermain basket di depan rumah yang sudah muncul di trailer.
Ada juga adegan khas GTA: menembaki warga sipil sembarangan.
Video kelima berakhir dengan tulisan "LEEK" ditembakkan ke dinding gedung. Ini bukan potongan video hasil tester yang bocor dari server tak terkunci. Cyberleek benar-benar memegang build game itu.
Buktinya ada di detail kecil. Di salah satu klip, radio dalam game memutar lagu "Sports Car" milik Tate McRae, dirilis Januari 2025. Artinya, build yang dipegang Cyberleek relatif baru.
Take-Two Interactive, induk perusahaan Rockstar, tidak tinggal diam. Jumat lalu mereka resmi menggugat ke pengadilan New York. Sasarannya: GitHub dan Discord. Keduanya diminta membuka identitas akun yang menyebarkan "materi berhak cipta" tersebut.
Siapa Cyberleek?
Jejak digital menunjuk ke Eropa. Waktu unggah videonya konsisten sekitar pukul 9 pagi waktu California, artinya sore hari di Eropa. Postingan lama tahun 2018 di forum keamanan siber berbahasa Jerman, szenebox.org, diduga milik akun yang sama.
Analisis independen dari pengembang perangkat lunak bernama Zyre mengarah ke individu asal Jerman atau Swiss, usia sekitar 30-an.

















































