Dampak Perang, Ekspor China ke Iran Anjlok 52% dalam Tujuh Bulan Pertama 2026

1 hour ago 7

loading...

Ekspor China ke Iran turun sepanjang Januari-Juli 2026. FOTO/Reuters

JAKARTA - Ekspor China ke Iran anjlok 52% menjadi USD1,9 miliar pada Januari-Juli 2026 dari USD4 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, berdasarkan data kepabeanan China. Penurunan tersebut mencerminkan tekanan konflik Amerika Serikat (AS)-Iran terhadap salah satu hubungan perdagangan penting Teheran.

Ekspor China ke Iran mengalami kontraksi paling tajam pada awal konflik, dengan penurunan hingga 90% sepanjang Januari-Maret 2026. Nilai ekspor merosot dari USD690 juta pada Januari menjadi hanya USD72 juta pada Maret seiring serangan udara AS dan Israel, blokade laut, serta tekanan sanksi yang menghambat penerimaan dan pembayaran barang impor Iran.

Baca Juga: Rusia dan China Bersatu di SCO, Iran Tetap Jadi Bintang Paling Bersinar

China merupakan salah satu pemasok utama Iran untuk mesin, peralatan industri, elektronik, komponen otomotif, dan bahan kimia. Penurunan impor barang dari China lebih dari USD2 miliar dalam tujuh bulan tersebut turut menekan industri Iran melalui penyusutan persediaan, penundaan pemeliharaan dan penurunan produksi.

Menurut Iran International, perdagangan nonmigas Iran dengan China hanya mencapai USD830 juta pada Maret-Juni 2026, turun signifikan dari USD3,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan dampak gangguan perdagangan terhadap aktivitas industri dan perekonomian Iran.

Tekanan terhadap perdagangan Iran juga berlanjut setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan Washington berencana menjatuhkan sanksi sekunder tambahan terhadap Iran setiap pekan, dimulai dari sektor perbankan. Blokade laut AS turut berkontribusi terhadap penurunan impor minyak China dari Iran, dengan impor minyak mentah Iran oleh China tercatat sekitar 534.000 barel per hari hingga Agustus, menurut Reuters.

Read Entire Article
Prestasi | | | |