loading...
Syailendra Capital memperkuat edukasi masyarakat mengenai investasi emas seiring berkembangnya pilihan instrumen investasi berbasis emas. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Syailendra Capital memperkuat edukasi masyarakat mengenai investasi emas seiring berkembangnya pilihan instrumen investasi berbasis emas di pasar modal Indonesia. Upaya tersebut dilakukan melalui forum Gold 360°: One Asset, Four Perspectives yang membahas perkembangan pasar emas, strategi investasi, hingga infrastruktur yang menopang emas fisik sebagai aset dasar produk Exchange Traded Fund (ETF).
"Emas memiliki karakteristik yang unik dalam sebuah portofolio. Walaupun bersifat non-yielding asset, namun emas mampu menjadi portfolio diversifier karena korelasi yang bisa berbeda dengan aset keuangan lainnya," kata Chief Executive Officer Syailendra Capital Fajar R. Hidajat di Jakarta, Senin (31/8/2026).
Baca Juga: Harga Emas Antam Anjlok dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Dia mengatakan kegiatan edukasi tersebut digelar setelah Syailendra Capital meluncurkan Reksa Dana Syariah Syailendra ETF Sharia Gold (XSGO). Melalui forum tersebut, perusahaan menghadirkan perspektif dari manajer investasi, dealer participant, serta penyedia dan kustodian emas untuk memberikan pemahaman mengenai investasi emas secara lebih komprehensif.
Menurut dia, emas masih menjadi salah satu aset yang diperhatikan investor di tengah dinamika ekonomi dan pasar global. Secara historis, emas juga menunjukkan ketahanan dalam sejumlah periode tekanan pasar, seperti krisis keuangan global 2008 dan pandemi COVID-19, meskipun pergerakan harganya tetap berfluktuasi dan memiliki risiko investasi.
Seiring perkembangan pasar keuangan, akses masyarakat terhadap emas tidak lagi terbatas pada kepemilikan emas fisik. Investor kini dapat memperoleh eksposur terhadap emas melalui ETF, yakni reksa dana yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa dengan mekanisme transaksi melalui perusahaan efek atau broker.


















































