Gelombang Pesanan Tembus 12.000 Unit, Bos Chery Group Minta Maaf Antrean Jaecoo J5 EV Masih Panjang

3 hours ago 7

loading...

Jajaran manajemen Jaecoo Indonesia dan Sun Motor Group meresmikan dealer JaecooSemarang di Jalan Madukoro, fasilitas ke-25 yang dilengkapi layanan 3S dan charging station. Foto: Jaecoo Indonesia

JAKARTA - Di tengah gelombang pesanan yang melonjak di luar prediksi hingga menembus angka psikologis 12.000 unit, Jaecoo Indonesia terus berbenah di awal 2026.

Pabrikan China tersebut memperkuat jaringan fisik di Jawa Tengah melalui peresmian dealer di Semarang. Juga, tetap berjibaku mengoptimalkan rantai pasok produksi di Wanaherang, Bogor, demi memenuhi janji pengiriman unit kepada ribuan konsumen yang masih menunggu.

Realisasi pasar Jaecoo, khususnya model J5 EV, menunjukkan tren yang mengejutkan.

Hingga Sabtu, 24 Januari 2026, Jaecoo tercatat baru menyerahkan 3.000 unit J5 EV kepada konsumen.

Angka ini, meski signifikan, masih jauh dari total Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) yang masuk.

President Director Chery Group Indonesia, Zheng Shuo, mengakui bahwa fenomena ini terjadi sejak peluncuran pada 3 November 2025 lalu.

"Kami baru launching di November tanggal 3, lalu setelah dua hari, tepatnya 4 November 2025, jumlah pesanan sudah di atas 2.000 unit. Jujur saja, itu di luar ekspektasi kami," ujar Zheng saat ditemui di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK).

Ia menambahkan bahwa 3.000 unit yang telah diserahkan baru mencakup pesanan minggu pertama November, sementara perusahaan kini tengah berpacu menyelesaikan SPK hingga pertengahan November.

Ketimpangan antara permintaan (demand) dan suplai ini memaksa Jaecoo memutar otak. Demi mengejar defisit produksi, pihak Chery Group menggandeng Inchape, pemilik fasilitas produksi Mercedes-Benz di Wanaherang, Bogor.

Read Entire Article
Prestasi | | | |