loading...
Pasar modal Indonesia diprediksi masih akan menghadapi tekanan pada pekan perdagangan yang singkat ini. IHSG diperkirakan bergerak variatif (mixed) dengan kecenderungan melemah. Foto/Dok
JAKARTA - Pasar modal Indonesia diprediksi masih akan menghadapi tekanan pada pekan perdagangan yang singkat ini. Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) diperkirakan bergerak variatif (mixed) dengan kecenderungan melemah, melanjutkan tren koreksi tajam sebesar 6,61% yang terjadi pada pekan sebelumnya.
Analis Ekuitas PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Brigita Kinari menjelaskan, bahwa pergerakan indeks akan sangat dipengaruhi oleh aksi risk-off global dan depresiasi nilai tukar Rupiah yang sempat menyentuh rekor terlemah sepanjang masa di level Rp17.315 per dolar AS.
"Fokus pasar kini tertuju pada pengujian support krusial di rentang 7.100-7.150. Apabila level ini gagal dipertahankan, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan untuk menutup gap berikutnya di area 7.022-7.080 hingga menguji support psikologis di sekitar 6.917,” ujar Brigita dalam analisisnya, Senin (27/4/2026).
Baca Juga: IHSG Ambruk 6,61% dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Tergerus Jadi Rp12.736 Triliun
Tekanan pada pasar saham domestik dipicu oleh eskalasi ketegangan di Timur Tengah yang hingga kini belum menemui titik terang. Kebuntuan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran dikhawatirkan akan mengganggu stabilitas pasokan energi di Selat Hormuz, yang berujung pada lonjakan inflasi global.

















































