loading...
Pemerintah Indonesia terus memonitor perkembangan dan dampak terhadap ekonomi imbas seranganAS ke Venezuela. FOTO/AP
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan Pemerintah Indonesia terus memonitor perkembangan dan dampak terhadap ekonomi imbas serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela hingga menangkap Presiden Nicolas Maduro. Hingga saat ini belum ada gejolak signifikan yang mempengaruhi stabilitas harga minyak global.
"Itu masih dimonitor karena yang utama kan berpengaruh terhadap harga minyak. Tetapi harga minyak kita monitor kalau satu dua hari ini pun tidak tidak ada perubahan, tidak ada gejolak yang tinggi dan harga minyak relatif masih rendah kan masih sekitar USD63 per barel," ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (5/1/2026).
Baca Juga: China Marah AS Tangkap Maduro: Tak Ada Negara yang Boleh Jadi Polisi Dunia!
Airlangga menjelaskan pemerintah belum menyiapkan langkah antisipatif khusus selama situasi masih relatif stabil. Ia menyebut pemerintah memilih bersikap menunggu perkembangan lebih lanjut.














































