loading...
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei. Foto/anadolu
TEHERAN - Iran membantah laporan mereka telah diundang untuk bergabung dengan pakta pertahanan Mekkah yang beranggotakan Arab Saudi, Turki, dan Pakistan. Meski demikian, Iran mengonfirmasi adanya usulan pembicaraan dengan ketiga negara tersebut mengenai keamanan kawasan.
Klarifikasi ini muncul setelah Mehdi Rahimi, kepala kantor berita parlemen Iran Khaneh Mellat, mengatakan kepada Al Mayadeen pada hari Sabtu bahwa Teheran telah menerima undangan untuk menjadi anggota pakta Mekkah dan sedang mempertimbangkannya.
Namun, pada hari Senin, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menepis klaim tersebut dengan menyatakan tidak ada undangan resmi yang diterima Teheran.
Pada saat yang sama, ia menyebutkan diskusi dengan anggota pakta mengenai keamanan kawasan yang lebih luas telah diusulkan dan sedang dalam tahap pertimbangan.
Ketiga negara pendiri pakta tersebut sebelumnya telah berulang kali menyatakan aliansi ini pada akhirnya dapat diperluas untuk mencakup negara-negara kawasan lainnya, dengan Mesir disebut-sebut secara terbuka sebagai kandidat potensial.

















































