loading...
Asap mengepul setelah serangan udara Israel menargetkan Jembatan Qasmiyeh, salah satu titik transit utama yang menghubungkan bagian selatan dan utara negara itu, yang menghubungkan kota Tyre di Lebanon selatan dengan Sidon, pada 22 Maret 2026. Foto/anadol
TEL AVIV - Militer Israel akan menduduki sebagian wilayah Lebanon selatan untuk mengatasi keberadaan pejuang Hizbullah di daerah tersebut. Menurut Menteri Pertahanan Israel Katz, upaya ini akan melibatkan pengungsian ratusan ribu orang dan penghancuran infrastruktur sipil.
Israel memulai kampanye militer melawan Hizbullah pada awal Maret setelah pejuang yang berbasis di Lebanon tersebut melancarkan serangkaian serangan terhadap negara Yahudi itu.
Serangan Hizbullah tersebut merupakan pembalasan atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dalam kampanye gabungan AS-Israel melawan Iran yang diluncurkan pada 28 Februari.
Menurut Katz, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) akan “mengendalikan jembatan yang tersisa dan zona keamanan hingga Litani” – sungai yang berjarak 30 hingga 40 kilometer di utara perbatasan selatan Lebanon dengan Israel.
“Ratusan ribu penduduk Lebanon selatan yang mengungsi ke utara tidak akan kembali ke selatan Sungai Litani sampai keamanan bagi penduduk di utara terjamin,” ujar menteri tersebut pada hari Selasa selama pertemuan dengan para petinggi militer.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429022/original/072016600_1764571444-mother-with-baby-daughter-working-computer-from-home.jpg)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5353389/original/077705500_1758173849-IMG-20250918-WA0015.jpg)







































