Jalur Laut Hitam Terganggu, Serangan 40 Hari Ukraina Rugikan Rusia 1% dari PDB

1 hour ago 3

loading...

Jalur perdagangan Laut Hitam yang menangani lebih dari 70% ekspor biji-bijian Rusia ikut terdampak serangan. FOTO/Reuters

BISHKEK - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan serangkaian serangan Ukraina selama 40 hari telah menimbulkan kerugian ekonomi bagi Rusia yang diperkirakan mencapai sekitar 1% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Meski menilai dampak tersebut cukup besar, Putin menyebut kerugian itu belum menjadi ancaman kritis bagi perekonomian Rusia.

"Saya pikir mereka memang menimbulkan kerugian nyata bagi kami. Kerugian keseluruhan, berdasarkan perkiraan awal kami, cukup besar, sekitar 1% dari PDB. Namun, itu bukan kerugian yang kritis bagi kami," kata Putin kepada wartawan dalam konferensi pers larut malam di Bishkek, Kirgizstan, seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (2/9/2026).

Baca Juga: Kuasai Ladang Minyak Venezuela, AS Singkirkan China dan Rusia

Putin mengatakan serangan yang diperintahkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tersebut juga merusak sekitar 100 kapal Rusia selama kampanye serangan yang dimulai pada Juni, termasuk sekitar 40 kapal dalam dua pekan pertama.

Dampak serangan juga dirasakan sektor energi Rusia. Putin mengatakan sekitar 10% dari fasilitas kilang minyak Rusia yang terdampak serangan pesawat nirawak masih memerlukan perbaikan, sementara serangan terhadap kilang dan pelabuhan di Laut Hitam turut mengganggu aktivitas ekspor sejumlah komoditas.

Jalur perdagangan Laut Hitam yang menangani lebih dari 70% ekspor biji-bijian Rusia ikut terdampak serangan tersebut. Gangguan juga terjadi pada pengiriman minyak, baja, dan batu bara, dengan ekspor minyak mentah Rusia melalui laut turun menjadi sekitar 3,46 juta barel per hari dalam empat pekan hingga 23 Agustus.

Read Entire Article
Prestasi | | | |